Dosen UNM mengajari Warga Barru Pengelolahan Gula Aren

Saat Pelatihan keterampilan mengenai Diversifikasi Olahan Gula Aren Desa Gattareng, Kabupaten Barru, pada Senin (5/8/2019).
Pelatihan keterampilan mengenai Diversifikasi Olahan Gula Aren Desa Gattareng, Kabupaten Barru, pada Senin (5/8/2019). (Tirta)

Kecamatan Pujananting, Kabupaten Barru memiliki sumber daya alam yang melimpah. Salah satunya adalah potensi bahan gula aren.

Melimpahnya gula aren yang dijajakan masyarakat, mendorong dosen Universitas Negeri Makassar (UNM), Laelah Azuzah, Pince Salempa, dan Ernawati S. Kaseng, yang tergabung dalam tim Program Kemitraan Masyarakat (PKM) memberikan pelatihan keterampilan mengenai Diversifikasi Olahan Gula Aren.

Pelatihan ini diikuti oleh 20 peserta yang tergabung dari ibu PKK dan Majelis Taklim Nurul Huda di Desa Gattareng, Kabupaten Barru, pada Senin (5/8/2019).

Ernawati S Kaseng, mengatakan pelatihan tersebut dilakukan guna meningkatkan nilai jual gula aren yang banyak ditemui di Desa Gattareng.

“Pengolahan gula aren menjadi gula semut, gula cetak mini, dan olahan aneka kue berbahan gula semut seperti dodol, tenteng, dan kue tettu, yang nantinya akan dikemas sehingga menarik dan bernilai ekonomis,” katanya dalam rilis yang diterima Tribun Timur, (5/8/2019).

Disamping itu, diharapkan gula aren nantinya akan dikelola sebagai ekonomi mandiri oleh ibu-ibu PKK dan majelis taklim.

Sekretaris Camat Pujananting, Abdul Rahman, mengapresiasi kegiatan ini. Ia juga berharap dengan adanya pelatihan ini, dapat membantu meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Saya sangat mendukung ya adanya pelatihan ini. Semoga pelatihan ini bisa membantu perekonomian masyarakat Pujananting, khususnya di Desa Gattareng,” katanya.

Selain di Kabupaten Barru sebagai penghasil gula merah juga beberapa kabupaten lainnya di Sulawesi selatan seperti Kabupaten Gowa , Bulukumba dan Kabupaten Sinjai. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *