Tim pengabdi UNM Laksanakan Pelatihan Pengembangan Kewirausahaan melalui Pengolahan Ikan

Kegiatan Pengabdian Masyarakat Terpadu yang dilakukan di Kabupaten Soppeng dan Kabupaten Wonomulyo dilakukan pd tgl 9-10 Mei 2024. Dimana kegiatan ini dengan mengusung tema judul pkm “Pelatihan  pengembangan kewirausajaan bagi ibu  Rumah Tangga di Kel. Kaca Kec. Marioriawa Kab. Soppeng Provinsi Sulawesi Selatan. Kegiatan tersebut berlangsung, Kamis (9/5/2024). 

Adapun tim pelaksana pengabdian adalah dosen dari Jurusan Pendidikan Teknologi Pertanian dan Sosiologi Fakultas Teknik UNM yang diketuai oleh Dr.  Hj. Ernawati S.Kaseng, S.Pi.,M.Si, dan anggotanya, Dr. FirdausW. Suhaeb, M.Si. dan Hartini Ramli, S.Pd. MPd . serta melibatkan mahasiswa dari Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Jurusan Tata boga dan PTP Semester 8, WIDYA DAN sri ageng. 

Kegiatan ini diharapkan akan memberi bekal pengetahuan, keterampilan serta kemandirian bagi ibu-ibu rumah tangga dalam membuat olahan Bakso ikan dan Pepes ikan untuk membuat wirausaha bagi ibu IRT. 

“Saya perlu sampaikan bahwa jumlah peserta ada 12 orang terdiri dari Ibu-Ibu rumah tangga, dan peserta dibekali dengan peralatan DAN BAHANsecara lengkap dimulai dari alat, bahan untuk membuat bakso ikan. yang dibagikan sebelum kegiatan pelatihan dan pendampingan dimulai, apalagi kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan serta keterampilan bagi ibu – ibu rumah tangga mengenai BERWIRAUSAHA BAGI Ibu IRT. UNTUK MENAMBAH PENGHASILAN KELUARGA. UJAR ketua Tim Dr. Hj. Ernawati S. Kaseng, S.Pi, M.Si.

Dosen pengabdi UNM Gelar PKM Pelatihan Memahami Arti Bacaan Shalat di Kabupaten Soppeng

Dosen UNM, Dr. Fatkhul Ulum, menggelar PKM Pelatihan memahami arti bacaan shalat shalat di Masjid Nurul Istiqomah, Kecamatan Marioriawa, Kabupaten Soppeng, Kamis 09 Mei 2024.

Menurutnya, bahwa dalam upaya meningkatkan pemahaman keagamaan, Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Terpadu dari Universitas Negeri Makassar (UNM) menyelenggarakan pelatihan memahami arti bacaan shalat di Masjid Nurul Istiqomah, Kec. Marioriawa, Kab. Soppeng yang dihadiri oleh jama’ah Masjid Nurul Istiqomah kelurahan Attangsalo.

“Kita bersyukur karena kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat setempat dan perlu saya sampaikan bahwa kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat di Kab. Soppeng ini dibuka oleh Prof. Dr. Ir. H. Bakhrani A. Rauf, MT., IPU selaku Ketua LP2M UN dan dihadiri oleh tokoh-tokoh penting seperti Camat Marioriawa dan Lurah Kaca,”ungkapnya.

Materi pelatihan Memahami arti bacaan shalat ini disampaikan oleh tim PKM terpadu UNM yang ahli dalam pendidikan Bahasa Arab, Dr. Fatkhul Ulum, salah satu pembicara yang menekankan bahwa pemahaman mendalam tentang arti bacaan shalat dapat meningkatkan kekhusyukan dalam beribadah, membangun generasi yang lebih berkualitas, dan mewujudkan masyarakat yang religius.

Antusiasme peserta terlihat jelas selama pelatihan, mereka tidak hanya mendengarkan materi dengan seksama tetapi juga aktif bertanya dan berlatih memahami arti bacaan shalat. Kegiatan ini ditutup dengan penyerahan hadiah berupa Al-Qur’an dan buku bacaan serta sesi foto bersama.

Kegiatan ini menjadi langkah positif dalam peningkatan kualitas ibadah seorang muslim terutama yang berkaitan dengan shalat yang merupakan salah satu rukun islam yang wajib ditunaikan. Sehingga diharapkan pelatihan ini memberi manfaat kepada masyarakat dan pelatihan serupa akan terus berlanjut untuk memberikan dampak yang lebih luas lagi di masa depan. 

Program Kemitraan Masyarakat UNM Tingkatkan Keterampilan di Soppeng 

Dalam Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Terpadu Angkatan I LP2M Universitas Negeri Makassar (UNM) dengan tema “Pemberdayaan dan Pelatihan Keterampilan Masyarakat di Kelurahan Kaca, Kabupaten Soppeng”, dilaksanakan kegiatan secara full luring di Aula Kelurahan Kaca beberapa waktu lalu.

Acara ini diresmikan Ketua LP2M UNM, Prof. Dr. Ir. H. Bakhrani A. Rauf, MT., IPU, dan dihadiri berbagai pihak diantaranya, Camat Marioriawa, Lurah Kaca, Tokoh Masyarakat, Para Guru Besar, Dosen dan Mahasiswa Pengabdi UNM, serta Peserta Pelatihan PKM.

Dalam kesempatan tersebut, Tim Pengabdi Terpadu, yang terdiri dari para pakar seperti Prof. Dr. Ir. H. Muhammad Ardi, MS, Prof. Dr. Ir. H. Bakhrani A. Rauf, MT., IPU., Dr. Ir. H Faizal Amir, M.Pd, Dr. Drs. Ir. H. Alimuddin Sa’ban Miru, M.Pd, dan lainnya, berharap pelatihan keterampilan yang diberikan kepada peserta dapat memberikan manfaat yang nyata dan membantu dalam memperbaiki lingkungan sekitar, menjadikannya lebih sehat, aman, dan nyaman, serta lebih peduli terhadap lingkungan. 

Mereka juga berharap  kegiatan ini dapat menjadi contoh bagi masyarakat lainnya Kami mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada Camat Marioriawa, Bapak Syachrany Andi Nganro, SE, Lurah Kaca, Arifuddin, SE., M.Si, dan secara khusus kepada Ibu Lurah Hasnawiah, S.Pd, atas sambutan yang hangat dan penerimaan terhadap para pengabdi PKM terpadu. 

PKM Pelatihan Dan Pendampingan Merias Wajah Look Make Up Party Glamour Bagi Ibu – Ibu Rumah Tangga Di kabupaten Soppeng

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) Universitas Negeri Makassar (UNM) dilaksanakan di Kelurahan Kaca Kecamatan Marioriawa, Kabupaten Soppeng, Provinsi Sulawesi Selatan dengan mengusung judul “Pelatihan dan Pendampingan Merias Wajah Tema Look Make Up Party Glamour Bagi Ibu – Ibu Rumah Tangga di Kel. Kaca Kec. Marioriawa Kab. Soppeng Provinsi Sulawesi Selatan. Kegiatan tersebut berlangsung, Kamis (9/5/2024).

Adapun tim pelaksana pengabdian adalah dosen dari Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Fakultas Teknik UNM yang diketuai oleh Izmi Burhanuddin, S.Pd.,M.Pd, dan anggotanya, Dr.Hj. Syamsidah,M.Pd, Rissa Megavitry,S.Pd.,M.Si dan Israwati Hamsar,M.Pd. serta melibatkan mahasiswa dari Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Konsentrasi Tata Rias Semester 6, Sri Ayu.

Kegiatan ini diharapkan akan memberi bekal pengetahuan, keterampilan serta kemandirian bagi ibu-ibu rumah tangga dalam merias wajah untuk diri – sendiri Tema Look Make Up Party Glamour maupun orang lain.

“Saya perlu sampaikan bahwa jumlah peserta ada 10 orang terdiri dari Ibu-Ibu rumah tangga, dan peserta dibekali dengan peralatan merias wajah secara lengkap dimulai dari alat, bahan dan kosmetik yang dibagikan sebelum kegiatan pelatihan dan pendampingan dimulai, apalagi kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan serta keterampilan bagi ibu – ibu rumah tangga mengenai tata cara merias wajah Tema Make Up Glamour yang baik dan benar tanpa perlu ke salon kecantikan dan mengeluarkan dana lebih untuk tampil cantik dan menarik sesuai dengan keadaan bentuk wajah menggunakan teknik koreksi bentuk wajah berdasarkan langkah – langkah prosedur merias wajah sehingga dapat meningkatkan rasa percaya diri dapat menambah kemandirian penghasilan dan juga tetap terlihat cantik dan menarik,”ungkap Izmi Burhanuddin.

Sementara itu, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Prof. Dr. Ir. Bakhrani A. Rauf, MT, IPU, dalam sambutannya pada kegiatan PKM terpadu angkatan pertama itu mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan wujud dari tri darma perguruan tinggi yaitu darma ketiga pengabdian kepada masyarakat

Salah seorang peserta yang mengikuti kegiatan ini mengucapkan terima kasih kepada narasumber karena kegiatan ini sangat bermanfaat dalam memberi pengetahuan tambahan terkait Cara Pelatihan dan Pendampingan Merias Wajah Tema Look Make Up Party Glamour Bagi Ibu – Ibu Rumah Tangga di Kelurahan Kaca Kecamatan Marioriawa Kabupaten Soppeng Provinsi Sulawesi Selatan Bagi Ibu – ibu Rumah Tangga, oleh karena dapat meningkatkan kemandirian menambah penghasilan ibu – ibu rumah tangga serta meningkatkan rasa percaya diri untuk bisa berpenampilan cantik dan menarik. 

Hindari Kapau-pau, Karya Kembong Daeng

Oleh: Mahrus Andis

(Sastrawan, Budayawan, Kritikus Sastra)

Diksi “kapau-pau” dalam Bahasa Bugis dan Makassar, artinya: asal bicara. Istilah ini sering pula disebut “pitikana-kanai”. Seseorang yang terbiasa “kapau-pau”, oleh masyarakat Bugis-Makassar, dinilai tidak beretika (baca: temmakkiadeq).

Tipikal seseorang yang “kapau-pau” itu ialah berbicara tanpa pertimbangan baik-buruknya tentang apa yang dia bicarakan. Dampak dari “kapau-pau”, boleh jadi bersifat fitnah atau tuduhan yang membuat orang lain tersinggung dan menyenggol rasa siriq’ (martabat manusia).

Di masa-masa kerawanan suasana politik saat ini, sebaiknya kita menahan diri. Kendalikan hati dari perasaan-perasaan iri, dengki, benci maupun prasangka buruk terhadap perkara-perkara yang belum jelas duduk persoalannya. Pelihara mulut dari kata-kata yang tidak bermanfaat, baik kepada diri sendiri, terlebih lagi kepada orang lain.

Orang Bugis mengatakan: 

   “Ulaweng mammekko’E

    Salaka mette’E”

Makna filosofisnya, yaitu: diam adalah emas jika itu bermanfaat buat orang banyak. Bicara “kapau-pau” atau “pitikana-kanai”, ibarat hanya perunggu yang rendah nilai pasarnya.

Dampak lain dari sikap “kapau-pau” ialah penjara dan dosa. Contoh, memfitnah atau menuduh orang melanggar aturan tanpa dasar pembuktian; adalah dosa menurut syariat agama. Di sisi hukum, itu perbuatan pidana yang ancamannya penjara.

     Karena itu, mungkin bagus kita renungkan makna puisi Makassar yang ditulis oleh Kembong Daeng berikut ini :

PAPPIUKRANGI

Punna niak la kipau

Allei rodong pikkiri

Solla natea

Kana sala kipabattu

Kipabattui kananta

Punna ngerang kabajikang

Na punna kodi

Allei kapuk bawata

Bawata kikatutui

Punna erok abbicara

Ka punna suluk

Takkulleami nibesok

Nibesokki ri  kapanrakang

Punna tena na kitutu

Sabak bawata

Ampanggappangi pajata

Pajata punna ammempo

Ri kadera munjak-munjak

Teaki sayu

Na kitea tattompangi

Makna bebas puisi Makassar ini yaitu: Peringatan, bahwa sebelum berkata-kata maka pikirlah baik-baik ucapan itu agar engkau tidak salah berbicara. Katakanlah maksudmu apabila itu baik dan tutuplah mulutmu jika bicaramu tidak mengandung manfaat (baca: kapau-pau). Sebab, bilamana ucapan sudah terlontar dari mulut maka itu tak mungkin lagi ditarik kembali.

Mudah-mudahan puisi yang mengusung ajaran moral (etika-adeq bicara) di atas mampu menyadarkan diri kita sebagai manusia yang beragama dan berbudaya.***

Tim Pengabdi UNM Turun ke Sulbar Dampingi SMAN 2 Majene Hadapi Akreditasi Sekolah

Dosen Jurusan Administrasi Pendidikan Universitas Negeri Makassar (AP UNM) melaksanakan Program Kemitraaan Masyarakat (PKM) PNBP Tahun 2024.

Kegiatan tersebut diadakan di SMAN 2 Majene. Peserta terdiri dari guru dan tenaga kependidikan SMA Kota Majene, Sulawesi Barat

Dalam kegiatan tersebut, hadir tim dosen AP UNM untuk memberikan bimbingan berupa praktik baik instrumen audit mutu internal dalam persiapan akreditasi sekolah.

Irmawati, S.Pd. M.Pd., selaku ketua tim PKM berharap kegiatan tersebut bisa berdampak positif bagi sekolah SMA di Sulbar.

“Kegiatan ini bertujuan untuk membantu sekolah mempersiapkan berbagai kebutuhan internal dalam menghadapi akreditasi. Semoga dengan kegiatan ini, sekolah-sekolah di Sulbar bisa mendapatkan akreditasi yang memuaskan”, ujar Irma, (11/5/2024)

Lebih lanjut, dosen Prodi Administrasi Pendidikan UNM tersebut ingin menjadikan kegiatan ini sebagai peningkatan mutu sekolah.

“Selain membimbing sekolah mempersipkan akreditasi, kami juga berharap kegiatan ini mampu meningkatkan mutu sekolah. Dengan demikian, manfaat kegiatan ini bisa lebih terasa ke semua kalangan”, ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, beberapa guru dan tenaga kependidikan dibimbing melakukan pengisian instrumen audit mutu internal. Kegiatan ini berlangsung selama sehari dan dihadiri langsung oleh dosen-dosen dari UNM sebagai pemateri.

Kegiatan PKM tersebut melibatkan empat dosen UNM, yaitu, Dr. Muhammad Ardiansyah, S.IP, M.Pd., Ahmad Restani Syukron, S.Pd., M.Pd., Nurul Muhklisah Abdal, S.Si., M.Si., dan Irmawati S.Pd., M.Pd., selaku ketua tim PKM. Sumber dana kegiatan ini berasal dari Pascasarjana UNM melalui PKM PNBP tahun anggaran 2024.

PKM Kelompok Guru SMA Dalam Meningkatkan Profesionalisme Melalui Pelatihan PTK Di Majene Sulawesi Barat

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah penelitian praktis yang dimaksudkan untuk memperbaiki pembelajaran di kelas. Penelitian ini merupakan salah satu upaya guru atau praktisi dalam bentuk berbagai kegiatan yang dilakukan untuk memperbaiki dan atau meningkatkan mutu pembelajaran di kelas. Itulah sebabnya sebagai tim pengabdi dara Pascasarjana UNM melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UNM menetapkan Topik PkM yaitu Pelatihan Penelitian Tindakan Kelas pada Guru-guru di Kabiupaten Majene Sulawesi Barat.

Tim pelaksana kegiatan yang terdiri atas Prof. Dr. Syahrul, M.Pd., Prof. Dr. Mansyur, M.Si., dan Dr. Patahuddin, M.Pd. mengharapkan setelah pelatihan peserta mampu menyusun proposal dan melaksanakan penelitian tindakan kelas guna sebagai luaran pelaksanaan kegiatan pengabdian.

Bagi guru-guru, kemampuan penelitian tindakan kelas sangat penting tidak hanya terkait perbaikan pembelajaran, tetapi juga kompetensi ini sangat berkaitan dengan kenaikan pangkat dan penilaian kenerja gur. Hal tersebut dibenarkan oleh Kordinator Lokasi PkM terpadu Kabupaten Majene Sulawesi Barat.

Selanjutnya Sekretaris LP2M UNM, Prof. Dr. Rosmini Maru, M.Si menyampaikan bahwa kegiatan yang dilakukan oleh Dosen Pengabdi dari Program Pascasarjana UNM ini sangat bermanfaat dalam mengembangkan dan meningkatkan kompetensi guru, serta masyarakat lainnya yang mengikuti PPM terpadu ini.

Peserta pelatihan (guru) sangat antusias dalam mengikuti kegiatan pelatihan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini, dimana mereka sangat mengharapkan kegiatan sejenis tetap berkelanjutan agar kompetensi guru dapat meningkat, khususnya guru-guru di SMA Negeri 2 Kabupaten Majene Silawesi Barat.

Pelatihan MOOCs dan Gamifikasi Meriahkan Pembelajaran di SMP 1 Majene dengan Pemberian Doorprize

Sebanyak 15 guru dari SMP 1 Majene telah mengikuti kegiatan pelatihan yang bertajuk “PKM Pelatihan MOOCs dan Gamifikasi”, yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 11 Mei 2024.

Kegiatan yang dilaksanakan oleh Jurusan Teknologi Pendidikan ini tidak hanya berfokus pada pengajaran teori dan praktik gamifikasi dalam pembelajaran, tetapi juga menambahkan elemen kejutan melalui pemberian doorprize yang membuat sesi menjadi lebih interaktif dan menarik.

Dr Nurhikmah H., S.Pd., M.Si., pemateri sekaligus ketua tim PKM menjelaskan bahwa pemberian doorprize ini adalah bentuk penerapan langsung dari konsep gamifikasi.

“Ini adalah contoh nyata dari bagaimana gamifikasi dapat diintegrasikan dalam pembelajaran. Melalui pemberian doorprize, kami ingin menunjukkan bagaimana motivasi dan keaktifan peserta dapat ditingkatkan,” ujar Nurhikmah.

Dalam program ini, Nurhikmah didampingi oleh Baso Asrul N Bena, M.Pd.

Kegiatan pelatihan ini juga mendapat sambutan positif dari kepala sekolah SMP 1 Majene, Asriadi Ali, S.Pd., M.Pd.

“Saya sangat senang dengan kegiatan ini dan berharap dapat terus dilaksanakan. Kegiatan seperti ini sangat penting untuk memastikan bahwa guru-guru kami terus mendapatkan informasi dan pengetahuan terbaru di bidang teknologi pendidikan,” ungkap Asriadi Ali.

Selama pelatihan, para guru diperkenalkan dengan berbagai aplikasi yang mendukung gamifikasi, seperti Wordwall, Quizizz, dan Baamboozle. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan keterampilan digital guru tetapi juga sebagai sosialisasi program studi dan alih teknologi dari hasil riset terkini yang telah dilakukan.

Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para guru dapat mengimplementasikan gamifikasi dalam kurikulum mereka, sehingga dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih kondusif dan memotivasi siswa untuk lebih aktif dalam proses pembelajaran.

Tim Pengabdi PPs UNM Sosialisasikan Pentingnya Ruang Publik Sekolah di SMAN 1 Majene Sulawesi Barat

Dosen Program Pascasajarna (PPs) Universitas Negeri Makassar (UNM), Dr. Ahmadin, S.Pd, M.Pd melakukan sosialisasi pentingnya pemanfaatan ruang publik sekolah sebagai ruang belajar di SMAN 1 Majene.

Kegiatan bertopik “PKM Pemanfaatan Ruang Publik Sekolah sebagai Fasilitas Belajar di SMAN 1 Majene” ini, merupakan rangkaian pelaksaan Program Kemitraan Terpadu PPs UNM.

Ahmadin yang juga terkenal sebagai dosen penulis karya-karya tentang ruang publik dan sosiologi ruang ini, memulai bahasan materinya dengan mengatakan perlunya perubahan paradigma ruang belajar klasik yang berpusat dalam kelas ke cara modern di luar kelas.

Adapun rekomendasi yang ditawarkan yakni perlunya pemanfaatan ruang publik sekolah sebagai ruang belajar yang nyaman dan santai.

“Idealnya setiap sekolah memiliki ruang publik yang representatif, tidak hanya sebagai fasiltas belajar tetapi juga sebagai panggung dalam membingkai partisipasi siswa”, ungkapnya.

Lebih jauh dosen PPs UNM yang juga penulis buku Sosiologi Ruang Publik Perkotaan itu menyampaikan, ruang publik saat ini merupakan kebutuhan mendasar bagi siswa dan guru di sekolah. Untuk itu, menurut Ahmadin betapa pun sederhana ruang publik yang dimiliki suatu sekolah, yang terpenting adalah memaksimalkan fungsinya.

Dalam kegiatan ini juga dijelaskan desain dan tata kelola ruang publik sekolah yang ideal sehingga memberi kenyamanan bagi pihak-pihak yang memfungsikannya.

Pemaparan materi ini disambut cukup antusias para guru dan mereka tidak hanya sebatas bertanya tentang seperti apa ruang-ruang publik yang baik.

Sebaliknya mempertanyakan seperti apa regulasi kebijakan yang dapat mengcover pengadaan ruang publik ideal pada sekolah-sekolah.

Kegiatan yang berlangsung pagi hingga siang ini, juga dihadiri anggota tim PKM masing-masing Dr. Najamuddin, M.Hum dan Dr. H. Heri Tahir, S.H., M.H,.

Penyerahan sertifikat kegiatan dan foto bersama menandai berakhirnya seluruh rangkaian kegiatan itu.

Pemberdayaan Guru oleh Tim Pengabdi UNM dengan Pelatihan Penyusunan Asesmen Berbasis Kurikulum Merdeka di SMK YPPP Wonomulyo Sulawesi Barat

Salah seorang tim pengabdi pusat Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) terpadu angkatan ke-2 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Negeri Makassar (UNM), Prof. Dr. Jusniar, S.Pd, M.Pd bersama dengan personil PKM lainnya, Dr Syamsidah, M.Pd, dan Sakinah Zubair, S.Pd, M.Pd, melaksanakan program PKM di SMK YPPP Wonomulyo Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar). PKM yang dijalankan tersebut yakni mengadakan pelatihan kepada Guru-guru SMK YPPP WONOMULYO tentang penyusunan asesmen berbasis kurikulum merdeka pada Sabtu.

Ketua tim PKM, Prof. Dr. Jusniar, S.Pd, M.Pd, menjelaskan bahwa kegiatan PKM terpadu ini diharapkan menjadi bagian dari upaya solutif peningkatan profesionalisme guru-guru SMK YPPP Wonomulyo sebagai mitra dalam menyusun asesmen berbasis kurikulum merdeka sekaligus hal tersebut dilakukan untuk menyikapi kebijakan merdeka belajar dan kampus merdeka (MBKM) dari Menteri Pendidikan, Nadiem Makarim.

“Jadi kebijakan ini nampaknya sejalan dengan keterampilan yang diharapkan di abad 21 yang dikenal sebagai century skill 21 yaitu kemampuan collaboration, communication, crtical thinking, dan creative thinking, makanya hasil observasi awal yang telah dilakukan tim pelaksana menunjukkan bahwa masalah yang dialami guru-guru di SMP di Sulawesi Barat adalah belum memahami asesmen diagnostik kognitif dan non kognitif, juga asesmen autentik,”ungkapnya.

Kegiatan pelatihan dan pendampingan ini diikuti oleh 12 orang guru dari berbagai mata pelajaran di SMK YPPP Wonomulyo yang berlangsung selama kurang lebih 1 bulan pelaksanaan kegiatan secara luring dimulai dari penyiapan materi, koordinasi dengan mitra dan pelatihannya, sedangkan pembimbingan, dan penguatan pengabdi terkait tugas produk yang diberikan kepada guru dilaksanakan secara daring oleh Prof.. Jusniar selaku ketua pelaksana PKM dengan memberikan penjelasan bahwa pelatihan ini bertujuan sebagai ajang sharing dan pengembangan asesmen berbasis kurikulum merdeka yang meibatkan penilaian secara komprehensif; assesment of learning; for learning dan as learning ketiganya harus diimplementasikan oleh guru agar menilai siswa secara autentik.

Kegiatan diawali dengan kegiatan pembukaan yang dihadiri dan dibuka secara resmi oleh Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M), Prof. Dr. Ir. H. Bakhrani A. Rauf, M.T, IPU, Asean Eng. Hadir pula Kepala Satuan Unit SMK YPPP Wonomulyo, Muhammad Thalib, S.Pd.I. M.Pd yang menyambut baik dan antusias kegiatan tersebut.

Bahkan kegiatan ini berlangsung baik dan terlihat dari animo para peserta yang mengikuti kegiatan pelatihan sangat tinggi sehingga mengindikasikan bahwa para guru menyambut positif kegiatan yang telah dilakukan dan sesuai dengan harapan para sekolah, sehingga mereka sangat mengharapkan adanya kegiatan serupa yang berkelanjutan.