Tim Pengabdi Fakultas Teknik UNM Latih Ibu Rumah Tangga Membuat Kue di kabupaten Soppeng

Tim pengabdi Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar (FT-UNM), melatih ibu-ibu rumah tangga membuat kue pukis dengan penambahan puree wortel dalam kegiatan PKM di Kec. Marioriawa Kab. Soppeng.

Tim pelaksana kegiatan ini terdiri dari, Dra. Ratnawati T, M.Hum, Dr. Syamsidah, M.Pd., Besse Qur’ani, S.Pd., M.Pd., dan Ayu Saputri Bahar, S.Pd.,M.Pd.

Judul PKM adalah Pemberdayaan ibu-ibu Rumah Tangga Melalui Pelatihan Pembuatan Pukis dengan Penambahan Puree Wortel.

Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan bekal pengetahuan dan ketrampilan pada ibu-ibu rumah tangga untuk meningkatkan ekonomi keluarga di Kelurahan Kaca Kecamatan Marioriawa Kabupaten Soppeng, adapun kegiatan ini dilaksanakan di SD 186 Talumakaca dengan jumlah peserta 12 orang.

Kegiatan ini merupakan rangkaian dari kegiatan Pengabdian pada Masyarakat Terpadu yang dilaksanakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LP2M) Universitas Negeri Makassar angkatan pertama.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LP2M) UNM Prof. Dr. Ir. Bakhrani, A.Rauf, MT.,IPU, dalam membuka kegiatan pengabdian terpadu mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu wujud dari tridarma perguruan tinggi, darma ketiga yaitu pengabdian pada masyarakat.

Salah seorang dari peserta kegiatan ini mengatakan sangat senang dan mengapresiasi kegiatan ini karena dapat menambah pengetahuan dan ketrampilannya, serta mengucapkan terima kasih pada narasumber karena kegiatan ini sangat bermanfaat.

Di akhir kegiatan peserta kegiatan diberikan sertifikat.

PKM Terpadu LP2M UNM 2024 Berjalan Sukses di Kecamatan Marioriawa Kabupaten Soppeng

Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Terpadu Angkatan I Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Negeri Makassar (UNM) berjalan dan terlaksana dengan sukses di Kelurahan Kaca Kecamatan Marioriawa Kabupaten Soppeng, Kamis (9/5/2024).

Kegiatan PKM terpadu LP2M UNM yang menjadi agenda rutin tersebut mengusung tema “Pemberdayaan dan Pelatihan Keterampilan Masyarakat di Kelurahan Kaca Kabupaten Soppeng yang dilaksanakan secara full luring di Aula Kelurahan Kaca yang diawali dengan acara Mappadendang dengan suguhan tarian Padduppa.

Pelaksanaan kegiatan terpadu ini dibuka secara langsung oleh Ketua LP2M UNM, Prof. Dr. Ir. H. Bakhrani A. Rauf, MT., IPU yang juga dihadiri oleh Camat Marioriawa, Lurah Kaca, Ibu-ibu PKK, Majelis Ta’lim, Tokoh Masyarakat, sejumlah Guru Besar, dosen dan mahasiswa pengabdi UNM serta peserta pelatihan PKM.

Dalam momentum PKM terpadu tersebut, Ketua LP2M UNM, Prof. Dr. Ir. H. Bakhrani A. Rauf, MT., IPU, melakukan penandatanganan dokumen perjanjian kerja sama yang di dalamnya menyepakati tentang pelaksanaan bersama dalam bentuk pelatihan, seminar, dan lokakarya dengan Camat, Lurah dan Kepala Sekolah setempat yang ada di Kab. Soppeng.

“Sesungguhnya hal terpenting dalam proses pelaksanaan PKM ini adalah bagaimana tujuan yang hendak dicapai melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah bertambahnya kecepatan proses peningkatan kemampuan sumber daya manusia sesuai dengan laju pertumbuhan pembangunan dalam masyarakat sehingga dengan mengikuti kegiatan pengabdian masyarakat berarti beradaptasi dengan aktivitas warga setempat dan pada saat bersamaan, kita juga bisa mempelajari karakteristik, adat istiadat, dan kebiasaan masyarakat sehingga akan memperkaya pengalaman dan wawasan masyarakat dengan melihat kehidupan orang lain yang cukup berbeda,”ungkapnya.

Sementara itu, Koordinator tim PKM terpadu LP2M UNM angkatan pertama , Dr. Drs. Ir. H. Alimuddin Sa’ban Miru, M.Pd, mengemukakan bahwa sebanyak 33 judul program pelatihan PKM mitra yang diterapkan, dan sekitar 495 peserta pelatihan PKM di Kelurahan Kaca kelihatan sangat antusias mengikuti item pelatihan keterampilan tertentu dengan harapan mendapatkan keterampilan yang bermanfaat dan berdaya guna dalam kehidupan masyarakat.

“Tentu kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Camat Marioriawa, Syachrany Andi Nganro, SE., M.Si, demikian pula kepada Lurah Kaca, H. Arifuddin, SE dan teristimewa untuk ibu Lurah, Hj. Hasnawiah, S.Pd bersama anggota PKK dalam penerimaan dan sambutan yang luar biasa menyambut para pengabdi PKM terpadu, semoga sehat selalu dan panjang umur bisa bertemu lagi dalam kegiatan PKM selanjutnya pada masa yang akan datang,”ucapnya.

Ritual Mappadendang Awali PKM Terpadu LP2M UNM di Batu-Batu Kabupaten Soppeng

Ritual Mappadendang mengawali rangkaian kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Terpadu Angkatan I Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Negeri Makassar (UNM) di Batu-batu Kabupaten Soppeng, beberapa hari yang lalu.

Mapadendang merupakan tradisi menumbuk padi, bahkan dahulu merontokkan padi dengan menumbuk, sekarang sudah pakai mesin giling. Makanya Mappadendang pun semakin jarang dilakukan. Padahal dalam ritual itulah rasa kebersamaan para petani muncul.

“Kami semua hadir di tengah-tengah masyarakat untuk kegiatan PKM terpadu LP2M UNM ini demi sebuah pengabdian yang nyata untuk masyarakat dan kita awali dengan ritual Mappadendang ini di Batu-batu Kab. Soppeng, kenapa kita awali dengan Mappadendang karena kita ingin suasana kebersamaan itu tetap terjaga makanya saya perlu sampaikan bahwa Mappadendang atau yang lebih dikenal dengan sebutan pesta tani pada suku bugis merupakan suatu pesta syukur atas keberhasilannya dalam menanam padi kepada yang maha kuasa,

Mappadendang sendiri merupakan suatu pesta yang diadaakan dalam rangka besar-besaran, dan tradisi Mappadendang adalah salah satu warisan asli kebudayaan bugis yang diadakan untuk menyatukan rasa kebersamaan antara petani dan masyarakat sekitar.

Tradisi ini memiliki makna sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan atas berhasilnya panen padi di suatu daerah,”ungkap Prof. Bakhrani A. Rauf.

Dalam kegiatan PKM terpadu di Kab. Soppeng tersebut, Ketua LP2M UNM, Prof. Dr. Ir. H. Bakhrani A. Rauf, MT., IPU, melakukan penandatanganan dokumen perjanjian kerja sama yang di dalamnya menyepakati tentang pelaksanaan bersama dalam bentuk pelatihan, seminar, dan lokakarya dengan Camat, Lurah dan Kepala Sekolah setempat yang ada di Kab. Soppeng.

Peningkatan Kompetensi Guru Melalui Pelatihan Penulisan Artikel Ilmiah di Wonomulyo Sulawesi Barat

Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UNM melakukan Pengabdian Kepada Masyarakat dengan judul Pelatihan dan Pendampingan penulisan artikel ilmiah kepada guru guru di Wonomulyo Sulawesi Barat.

Tim pelaksana kegiatan Ibu Dr. Syamsidah, M.Pd, Dra. Ratnawati, M.Hum dan Besse Qurani, S.Pd., M.Pd menghasilkan luaran pengabdian berupa artikel ilmiah.

Ia menuturkan bahwa dipilihnya judul tersebut karena banyaknya permintaan dari para guru terkait pelatihan penyusunan penelitian tindakan kelas, karena kompetensi ini sangat berkaitan dengan kenaikan pangkat dari guru. Demikian penuturan Ketua Pengabdi dan dibenarkan oleh Kordinator Lokasi PPM terpadu Kelurahan Lalampanua, Dr. Suryadarma, M.kes.

Selanjutnya Bapak Prof. Dr. Ir. H. Bakhrani A. Rauf, M.T, IPU,selaku Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat menyampaikan bahwa kegiatan yang dilakukan oleh Dosen Pengabdi dari Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Fakultas Teknik melalui LP2M UNM ini sangat bermanfaat dalam mengembangkan dan meningkatkan kompetensi guru, serta masyarakat lainnya yang mengikuti PPM terpadu ini.

Peserta pelatihan sangat antusias dalam melaksanakan kegiatan pelatihan penulisan artikel ilmiah, salah seorang peserta Ibu Prasanti menuturkan agar pelatihan semacam ini berkelanjutan agar kompetensi guru dapat meningkat.

PPM Terpadu LP2M UNM di Wonomulyo Sulawesi Barat Berikan Pengabdian Terbaik

Kegiatan Program Pengabdian Masyarakat (PPM) Terpadu Lembaga Pengabdian dan Penelitian Masyarakat (LP2M) Universitas Negeri Makassar (UNM) yang dilaksanakan di Wonomulyo, Polewali Mandar Sulawesi Barat, dilaksanakan oleh seluruh tim pengabdi UNM demi memberikan pengabdian yang terbaik untuk masyarakat. Kegiatan tersebut di pusatkan di Kelurahan Sidodadi Kecamatan Wonomulyo Provinsi Sulawesi Barat, Sabtu, 11 Mei 2024.

Ketua LP2M UNM, Prof. Dr. Ir. H. Bakhrani A. Rauf, M.T. IPU, dalam pernyataannya mengatakan bahwa PPM terpadu tahun 2024 yang dilaksanakan di Wonomulyo yang dipusatkan pelaksanaannya di SMK YPPP Wonomulyo, merupakan angkatan ke-II dengan harapan terbesarnya bahwa kegiatan ini dilanjutkan secara berkesinambungan di Kabupaten Polman dan kabupaten lainnya di Sulawesi Barat.

“Kami tentu sangat berharap kegiatan positif yang produktif seperti ini kita harus terus tumbuh kembangkan di masyarakat sehingga mampu membawa manfaat terhadap perubahan dari berbagai sektor dan lini kehidupan di masyarakat,”pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Pengabdian Kepada Masyarakat dan Teknologi Tepat Guna sekaligus Koordinator Pengabdian Kepada Masyarakat terpadu LP2M UNM, Dr.Syamsidah, M.Pd, mengemukakan bahwa pembukaan PKM berjalan dengan baik lalu dilanjutkan dengan pemberian materi dari masing-masing pengabdi, termasuk melakukan penandatanganan kontrak MoA dan IA (implementation agreement) dengan para kepala UPT dan kepala sekolah yang hadir sehingga diharapkan berkelanjutan dan hal tersebut sesuai dengan harapan Dr. Sudhia Dharma, M.Kes selaku Koordinator Lokasi Kecamatan Wonomulyo Sulbar.

Selain dihadiri dan dibuka langsung oleh Ketua LP2M UNM, Prof. Dr. Ir. H. Bakhrani A. Rauf, M.T.IPU, juga hadir Prof. Dr. Oslan Jumadi, M.Phil (Wakil Rektor II Unsulbar), Kepala UPT SMK YPPP Wonomulyo, Muhammad Thalib, S.Pd.i M.Pd, Kepala UPT SMA YPPP Wonomulyo,Drs. H. Jamaluddin, M.Si, Kepala UPT SMA 1 Wonomulyo, Muhammad Hatta, S.Pd. M.Pd, para guru-guru, ibu-ibu RT, Kepala UPT, serta perwakilan anggota komunitas dan para undangan lainnya.

Lalu ditambah dengan 15 orang ketua Pelaksana Pengabdian Masyarakat Terpadu yang turut hadir pada pembukaan ini dengan materi masing-masing: Prof. Dr. Oslan Jumadi, M.Phil, Dr. Sudiadharma, M.Kes, Armiaty, ST. M.Si. Dr. Nahriana, M.Pd; Dr. A.Hudiah, M.Pd; Prof. Dr. Jusniar, M.Pd; Prof. Amirullah, Ph.D; Dr. Jamallong, M.Pd; Besse Qur’any, S.Pd. M.Pd; Dr. Alimuddin Caco, M.Hum; Drs. Sugeng A.Karim, MT; Dr. Slamet Widodo,M.Kes; Prof. Dr. Lu’mu Taris, M.Pd; Dr. H. Ruslan, M.Pd dan Dr. H. Supriadi, MT. bersama tim masing masing pengabdi.

Kepala UPT SMK YPPP Wonomulyo, Muhammad Thalib, S.Pd.I M.Pd, menyambut gembira kegiatan ini dan berharap kegiatan seperti ini dapat dilanjutkan agar guru guru serta peserta pengabdian lainnya dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya.

PEMBUKAAN PPM TERPADU LP2M UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR DI WONOMULYO POLMAN SULAWESI BARAT

Pengabdian Masyarakat Terpadu yang dilakukan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Negeri Makassar (UNM) di Kelurahan Sidodadi Kecamatan Wonomulyo Sulbar  dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 11 Mei  2024.

Hadir pada acara pembukaan ini Antara lain: adalah Ketua LP2M bapak Prof. Dr. Ir. H. Bakhrani A. Rauf, M.T.IPU, Prof. Dr. Oslan Jumadi, M.Phil (Wakil Rektor II Usulbar), Kepala UPT SMK YPPP Wonomulyo (Muhammad Thalib, S.Pd.i M.Pd, Kepala UPT SMA YPPP Wonomulyo, (Drs. H. Jamaluddin, M.Si) Kepala UPT SMA 1 Wonomulyo (Bapak Muhammad Hatta, S.Pd. M.Pd). Juga hadir pada acara pembukaan ini adalah guru-guru, ibu-ibu RT, para Kepala UPT,  yang mewakili  anggota komunitas dan para undangan lainnya.

Ada 15 orang ketua Pelaksana Pengabdian Masyarakat Terpadu yang turut hadir pada pembukaan ini dengan materi masing-masing: Prof. Dr. Oslan Jumadi, M.Phil, Dr. Sudiadharma, M.Kes, Armiaty, ST. M.Si. Dr. Nahriana, M.Pd; Dr. A.Hudiah, M.Pd; Prof. Dr. jusniar, M.Pd; Prof. Amirullah, Ph.D; Dr. Jamallong, M.Pd; Besse Qur’any, S.Pd. M.Pd; Dr. Sudiadharma,M.Kes; Dr. Alimuddin Caco, M.Hum; Drs. Sugeng A.Karim, MT; Dr. Slamet Widodo,M.Kes; Prof. Dr. Lu’mu Taris, M.Pd; Dr. H. Ruslan, M.Pd dan Dr. H. Supriadi, MT. Bersama tim masing masing pengabdi.

Kepala pusat Pengabdian kepada masyarakat dan TTG LP2M UNM  Dr. Syamsidah, M.Pd, didamping oleh Koordinator PPM Terpadu di Kecamatan Wonomulyo  Sulbar    yaitu
Dr. Sudiadharma, M.Kes. melaporkan bahwa jumlah peserta yang akan mengikuti pelatihan ini sebanyak 150 orang yang tebagi dalam 15 kelompok pelatihan. Pemateri dalam kegiatan ini adalah para ketua pengabdi dan pada dosen UNM yang mendapatkan surat tugas dari ketua LP2M UNM.

Sambutan Ketua LP2M bapak
 Prof. Dr. Ir. H. Bakhrani A. Rauf, M.T. IPU, mengatakan bahwa PPM terpadu tahun 2024  yang dilaksanakan di wonomulyo dan dipusatkan pelaksanaannya di SMK YPPP Wonomulyo, merupakan angkatan II dan  harapan beliau kediatan ini dilanjutkan secara berkesinambungan di Kabupaten Polman dan kabupaten kabupaten lainnya di Sulawesi Barat, selanjutnya Ketua LP2M UNM  juga menitipkan pesan bapak Rektor UNM (Prof. Dr. Ir. H. Husain Syam, M.TP., IPU., ASEAN ENG. Menyatakan bahwa “ dosen pengabdi harus memberikan solusi atas masalah yang dihadapi masyarakat”.

Kepala UPT SMK YPPP Wonomulyo (Muhammad Thalib, S.Pd.I M.Pd) menyambut gembira kegiatan ini dan berharap kegiatan seperti ini dapat dilanjutkan agar guru guru serta peserta pengabdian lainnya dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya. Selanjutnya Kepala Pusat Pengabdian Kepada Masyarakat  dan Teknologi Tepat Guna  sekaligus kordinator Pengabdian Kepada Masyarakat Terpadu LP2M UNM Dr.Syamsidah, M.Pd, menuturkan bahwa setelah pembukaan dilanjutkan dengan pemberian materi dari masing-masing pengabdi. Dan juga akan dilanjutkan dengan penandatanganan kontrak MOA dan IA (implementation agreement) dengan, Para kepala UPT  dan kepala sekolah yang hadir. Kegiatan ini diharapkan berkelanjutan demikian harapan Pak Dr. Suryadharma, M.Kes Kordinator Lokasi Kecamatan Wonomulyo  Sulbar.

Kegiatan Klinik Proposal Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Dana Hibah DRTPM 2024

LP2M UNM mengadakan kegiatan klinik proposal penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dana hibah DRTPM pada tanggal 6-7 Maret 2024 yang berlokasi di Ruang Seminar LP2M, Menara Phinisi Lantai 10.

Tujuan dari kegiatan klinik proposal bagi dosen penelitian dan pengabdian kepada masyarakat adalah untuk memberikan bimbingan dan dukungan kepada para dosen dalam mengembangkan proposal penelitian atau pengabdian kepada masyarakat mereka. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas proposal yang diajukan oleh para dosen, sehingga mereka memiliki kesempatan yang lebih baik untuk mendapatkan dana penelitian atau pengabdian kepada masyarakat.

Kegiatan klinik proposal ini diikuti oleh dosen dari berbagai fakultas yang ada di lingkup UNM, narasumber dalam acara ini adalah Ketua LP2M UNM Prof. Dr. Ir. H. Bakhrani A. Rauf, M.T., IPU dan Prof. Dr. H. Muhammad Ardi, M.S. , beliau berbagi pengetahuan dan pengalaman mengenai pengabdian kepada masyarakat serta memberikan wawasan mengenai tips dan trik menulis proposal yang baik.

Pada hari kedua kegiatan diisi oleh sekretaris LP2M UNM Prof. Rosmini Maru, M.Si., Ph.D. dan Prof. Amirullah Abduh, M. Ed., Ph. D., beliau menyampaikan pesan yang inspiratif melalui materi Panduan Penelitian DRTPM BIMA dan mengapresiasi keaktifan peserta dalam kegiatan tersebut. Kegiatan klinik proposal ini juga melakukan sesi tanya jawab yang memberikan pengalaman langsung kepada peserta.

UNIPOL dan UNM Bekerjasama dalam Pelaksanaan Program Kosabangsa.

Penggalian lubang biodigester oleh Kelompok Ternak bersama Mahasiswa MBKM. Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja Kosabangsa yang dilaksanakan di Desa Congko. 

Kegiatan ini dihadiri oleh Tim Pelaksana dari Universitas Lamappapoleonro (UNIPOL) yaitu Ismail, S.Kom.,M.Kom(Ketua Pelaksana), dan Dr. Asmini, SE.,M.Si, Andi Zulkifli Nusri, S.Kom.,M.Kom (Anggota pelaksana) dan Prof. Rosmini Maru, S.Pd.,M.Si.,Ph.D. selaku Ketua Pendamping dari Universitas Negeri Makassar

Ismail, S.Kom.,M.Kom sebagai Ketua Pelaksana mengungkapkan, Kegiatan penggalian ini akan berlangsung selama 2 minggu untuk dua lokasi. Selanjutnya akan dipasangkan instalasi biodigester yang terbuat dari fiber agar lebih tahan dan lebih mudah dikerjakan. 

Sementara, Prof Rosmini selaku pendamping menjelaskan bahwa kegiatan ini akan memberikan manfaat yang sebesar besarnya kepada masyarakat khususnya dalam pemenuhan kebutuhan biogas bagi masyarakat.

Adapun harapan masyarakat  kegiatan ini dapat berlanjut sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya.

Prodi Sosiologi UNM dan Klikhijau Adakan Edukasi Warga Pulau Laelae Kelola Sampah Dapur

Foto bersama saat pembukaan pelatihan eco enzyme di Pulau Laelae – Foto: Ist

Program Studi Sosiologi Universitas Negeri Makassar (UNM) Kerjasama dengan Klikhijau menggelar program edukasi warga pulau Laelae Kota Makassar, Sabtu 12 Agustus 2023.

Ini merupakan kegiatan pengabdian yang bertujuan membagikan praktik baik dalam masyarakat untuk meningkatkan kualitas lingkungan hidup berbasis warga. Khususnya dalam rangka mengurangi timbulan sampah yang potensial berdampak pada pencemaran lingkungan.

Adapun peserta pada kegiatan ini terdiri dari ibu-ibu rumah tangga yang memang bersentuhan erat dengan produksi sampah dapur. Bagi para peserta, pelatihan pembuatan eco enzyme ini merupakan hal baru. Sebelumnya mereka hanya mendengar dari mulut ke mulut dan membaca melalui internet. Karenanya, mereka terlihat sangat antusias mengikuti pelatihan meski sinar matahari pagi sudah mulai terik.

Hadir langsung Ketua Prodi Sosiologi UNM, Dr Idham Irwansyah serta dosen Sosiologi lainnya, Direktur Klikhijau Anis Kurniawan, Lurah Laelae Muhammad Said, Babinsa Laelae, perwakilan Tim PKK serta Pegiat eco enzyme sekaligus Ketua Manggala Tanpa Sekat.

Dalam sambutannya, Dr Idham Irwansyah mengatakan kegiatan ini dilaksanakan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran dan keterampilan warga pulau dalam mengolah sampahnya secara mandiri.

Kemeriahan pelatihan eco enzyme yang digelar Prodi Sosiologi UNM dan Klikhijau di Pulau Laelae Makassar, Sabtu 12 Agustus 2023 – Foto: Ist

“Setiap hari kita menghasilkan sampah khususnya organik. Daripada dibuang, ternyata kita bisa olah jadi eco enzyme. Pelatihan ini dilakukan untuk memberi pengetahuan pada warga mengenai satu opsi penanganan sampah dapur,” kata Idham.

Lurah Laelae Muhammad Said mengapresiasi terlaksananya kegiatan pelatihan di wilayahnya. Ia menegaskan bahwa apa pun kegiatan yang berkaitan dengan upaya penanganan sampah perlu didukung pemerintah. Hal itu karena masalah krusial saat ini adalah pencemaran lingkungan karena sampah.

“Saya sangat senang dan apresiasi kegiatan ini. Musuh saya di pulau ini (Laelae, red) adalah sampah. Dan saya kira ini adalah musuh kita sama-sama. Jadi, saya berterima kasih pada UNM dan Klikhijau yang telah memberi pelatihan pada warga di Laelae,” tuturnya.

Sesi pelatihan yang antusias

Sesi pelatihan eco enzyme, warga sangat antusias – Foto: Ist

Sesi pelatihan pembuatan eco enzyme dipandu oleh Mashud Azikin dari Manggala Tanpa Sekat (MTS). Dalam dua tahun terakhir MTS merupakan komunitas yang berkolaborasi dengan Klikhijau dalam berbagai aksi-aksi penanganan sampah organik di Kota Makassar.

Mashud Azikin memberi materi lengkap dan sistematis tentang pengenalan eco enzyme, cara membuat hingga bagaimana mengaplikasikan dalam keseharian.

Menariknya, bahan organik dalam pelatihan ini merupakan menu buah yang baru saja selesai disantap di awal kegiatan. Setidaknya ada lima jenis buah yang dikonsumsi dan sisa kulitnya dimanfaatkan sebagai bahan organik pembuatan eco enzyme antara lain nenas, jeruk, semangka, melon dan pisang.

Selama sesi latihan, warga pun terlibat langsung dalam menimbang kulit buah dan mencampurkan dalam sebuah wadah galon berisi air mineral dan gula merah. Dari sini, warga mengamini betapa mudahnya sebenarnya membuat cairan ajaib ini.

“Banyak sekali bahan-bahan yang selama ini kita buang saja. Padahal ini bisa dimanfaatkan untuk membuat eco enzyme. Ke depan, kami akan mencoba mengumpulkan sampah-sampah sayur dan buah dan coba-coba buat eco enzyme,” kata seorang ibu peserta pelatihan.

Peserta juga mengajukan sejumlah pertanyaan terkait manfaat dan bagaimana mengaplikasikan cairan ajaib satu ini. Mashud Azikin memberi jawaban berdasarkan pengalaman pribadi dan para pengguna yang telah merasakan langsung keajaiban eco enzyme.

“Mulai dari terapi capek dengan merendam kaki pakai eco enzyme, pengganti cairan pel di rumah, menghilangkan karang gigi, mengurangi gatal-gatal di kulit hingga diaplikasikan pada tanaman,” terang alumni Ilmu Kimia Unhas ini.

Selain pelatihan eco enzyme, panitia juga membagikan pohon Sukun untuk ditanam di pula Laelae.

“Kolaborasi semacam ini perlu ditingkatkan di masa-masa mendatang. Penanganan sampah di Pulau Laelae ini hanya bisa dilakukan bila ada keseriusan dan tentu partisipasi warga. Kita mulai dari langkah kecil melalui eco enzyme dan kita perluas lagi untuk aksi-aksi nyata ke depannya,” pungkas Anis Kurniawan.

Dosen dari Universitas Negeri Makassar Menyelenggarakan Pelatihan Mengenai Alat Hemat Energi di Sekolah Menengah Kejuruan Teknologi Somba Opu.

Dosen Universitas  Negeri Makassar (UNM) mengadakan pelatihan pembuatan alat hemat energi pada gedung berbasis Internet of Things, kepada guru dan siswa SMKT Somba Opu pada Rabu (5/7) .

Pelatihan tersebut merupakan bagian dari Program Kemitraan Masyarakat  tahun 2023 yang dikelola oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UNM. Kegiatan ini melibatkan tiga dosen UNM  yaitu Yunus Tjandi, Zulhajji, dan Marthen Paloboran. Dosen UNM bertugas sebagai pelaksana dan penyedia bahan dan peralatan selama pelatihan berlangsung.

Pelatihan yang ditujukan bagi guru dan siswa SMKT Somba Opu ini dilakukan diluar jam belajar siswa. Serta telah berlangsung selama empat bulan.
“Dilakukan pada waktu-waktu luang siswa selama kurang lebih 4 bulan,” ujar dosen UNM sebagai trainer.

Pelatihan ini dijadwalkan dalam pertemuan tatap muka dan daring mengingat waktu penggunan laboratorium SMKT Somba Opu digunakan oleh beberapa kelompok siswa.

Alat yang dibuat dapat dikendalikan baik dari jarak dekat maupun dari jarak jauh dengan menggunakan perangkat smartphone.
Alat yang dibuat adalah Alat pengontrol Menara Air yang menggunakan Sensor Sonic. Alat ini berfungsi untuk mengontrol bak reservoar secara otomatis dimana bila reservoar kosong maka secara otomatis mesin pompa akan mengisi reservoar sampai penuh kemudian mematikan sendiri secara otomatis mesin pompa tersebut.

Artinya ketinggian air di dalam reservoar dapat diatur sesuai keinginan konsumen sehingga penghematan listrik dapat ditingkatkan. Sistem kontrol reservoar ini belum ada dijual dipasaran, yang ada hanya on dan off saja.

“Kelebihan lain dari perangkat alat ini yaitu ketinggian air di dalam reservoar dapat diatur sesuai keinginan konsumen,” tuturnya.