UNIPOL dan UNM Bekerjasama dalam Pelaksanaan Program Kosabangsa.

Penggalian lubang biodigester oleh Kelompok Ternak bersama Mahasiswa MBKM. Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja Kosabangsa yang dilaksanakan di Desa Congko. 

Kegiatan ini dihadiri oleh Tim Pelaksana dari Universitas Lamappapoleonro (UNIPOL) yaitu Ismail, S.Kom.,M.Kom(Ketua Pelaksana), dan Dr. Asmini, SE.,M.Si, Andi Zulkifli Nusri, S.Kom.,M.Kom (Anggota pelaksana) dan Prof. Rosmini Maru, S.Pd.,M.Si.,Ph.D. selaku Ketua Pendamping dari Universitas Negeri Makassar

Ismail, S.Kom.,M.Kom sebagai Ketua Pelaksana mengungkapkan, Kegiatan penggalian ini akan berlangsung selama 2 minggu untuk dua lokasi. Selanjutnya akan dipasangkan instalasi biodigester yang terbuat dari fiber agar lebih tahan dan lebih mudah dikerjakan. 

Sementara, Prof Rosmini selaku pendamping menjelaskan bahwa kegiatan ini akan memberikan manfaat yang sebesar besarnya kepada masyarakat khususnya dalam pemenuhan kebutuhan biogas bagi masyarakat.

Adapun harapan masyarakat  kegiatan ini dapat berlanjut sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya.

Prodi Sosiologi UNM dan Klikhijau Adakan Edukasi Warga Pulau Laelae Kelola Sampah Dapur

Foto bersama saat pembukaan pelatihan eco enzyme di Pulau Laelae – Foto: Ist

Program Studi Sosiologi Universitas Negeri Makassar (UNM) Kerjasama dengan Klikhijau menggelar program edukasi warga pulau Laelae Kota Makassar, Sabtu 12 Agustus 2023.

Ini merupakan kegiatan pengabdian yang bertujuan membagikan praktik baik dalam masyarakat untuk meningkatkan kualitas lingkungan hidup berbasis warga. Khususnya dalam rangka mengurangi timbulan sampah yang potensial berdampak pada pencemaran lingkungan.

Adapun peserta pada kegiatan ini terdiri dari ibu-ibu rumah tangga yang memang bersentuhan erat dengan produksi sampah dapur. Bagi para peserta, pelatihan pembuatan eco enzyme ini merupakan hal baru. Sebelumnya mereka hanya mendengar dari mulut ke mulut dan membaca melalui internet. Karenanya, mereka terlihat sangat antusias mengikuti pelatihan meski sinar matahari pagi sudah mulai terik.

Hadir langsung Ketua Prodi Sosiologi UNM, Dr Idham Irwansyah serta dosen Sosiologi lainnya, Direktur Klikhijau Anis Kurniawan, Lurah Laelae Muhammad Said, Babinsa Laelae, perwakilan Tim PKK serta Pegiat eco enzyme sekaligus Ketua Manggala Tanpa Sekat.

Dalam sambutannya, Dr Idham Irwansyah mengatakan kegiatan ini dilaksanakan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran dan keterampilan warga pulau dalam mengolah sampahnya secara mandiri.

Kemeriahan pelatihan eco enzyme yang digelar Prodi Sosiologi UNM dan Klikhijau di Pulau Laelae Makassar, Sabtu 12 Agustus 2023 – Foto: Ist

“Setiap hari kita menghasilkan sampah khususnya organik. Daripada dibuang, ternyata kita bisa olah jadi eco enzyme. Pelatihan ini dilakukan untuk memberi pengetahuan pada warga mengenai satu opsi penanganan sampah dapur,” kata Idham.

Lurah Laelae Muhammad Said mengapresiasi terlaksananya kegiatan pelatihan di wilayahnya. Ia menegaskan bahwa apa pun kegiatan yang berkaitan dengan upaya penanganan sampah perlu didukung pemerintah. Hal itu karena masalah krusial saat ini adalah pencemaran lingkungan karena sampah.

“Saya sangat senang dan apresiasi kegiatan ini. Musuh saya di pulau ini (Laelae, red) adalah sampah. Dan saya kira ini adalah musuh kita sama-sama. Jadi, saya berterima kasih pada UNM dan Klikhijau yang telah memberi pelatihan pada warga di Laelae,” tuturnya.

Sesi pelatihan yang antusias

Sesi pelatihan eco enzyme, warga sangat antusias – Foto: Ist

Sesi pelatihan pembuatan eco enzyme dipandu oleh Mashud Azikin dari Manggala Tanpa Sekat (MTS). Dalam dua tahun terakhir MTS merupakan komunitas yang berkolaborasi dengan Klikhijau dalam berbagai aksi-aksi penanganan sampah organik di Kota Makassar.

Mashud Azikin memberi materi lengkap dan sistematis tentang pengenalan eco enzyme, cara membuat hingga bagaimana mengaplikasikan dalam keseharian.

Menariknya, bahan organik dalam pelatihan ini merupakan menu buah yang baru saja selesai disantap di awal kegiatan. Setidaknya ada lima jenis buah yang dikonsumsi dan sisa kulitnya dimanfaatkan sebagai bahan organik pembuatan eco enzyme antara lain nenas, jeruk, semangka, melon dan pisang.

Selama sesi latihan, warga pun terlibat langsung dalam menimbang kulit buah dan mencampurkan dalam sebuah wadah galon berisi air mineral dan gula merah. Dari sini, warga mengamini betapa mudahnya sebenarnya membuat cairan ajaib ini.

“Banyak sekali bahan-bahan yang selama ini kita buang saja. Padahal ini bisa dimanfaatkan untuk membuat eco enzyme. Ke depan, kami akan mencoba mengumpulkan sampah-sampah sayur dan buah dan coba-coba buat eco enzyme,” kata seorang ibu peserta pelatihan.

Peserta juga mengajukan sejumlah pertanyaan terkait manfaat dan bagaimana mengaplikasikan cairan ajaib satu ini. Mashud Azikin memberi jawaban berdasarkan pengalaman pribadi dan para pengguna yang telah merasakan langsung keajaiban eco enzyme.

“Mulai dari terapi capek dengan merendam kaki pakai eco enzyme, pengganti cairan pel di rumah, menghilangkan karang gigi, mengurangi gatal-gatal di kulit hingga diaplikasikan pada tanaman,” terang alumni Ilmu Kimia Unhas ini.

Selain pelatihan eco enzyme, panitia juga membagikan pohon Sukun untuk ditanam di pula Laelae.

“Kolaborasi semacam ini perlu ditingkatkan di masa-masa mendatang. Penanganan sampah di Pulau Laelae ini hanya bisa dilakukan bila ada keseriusan dan tentu partisipasi warga. Kita mulai dari langkah kecil melalui eco enzyme dan kita perluas lagi untuk aksi-aksi nyata ke depannya,” pungkas Anis Kurniawan.

Dosen dari Universitas Negeri Makassar Menyelenggarakan Pelatihan Mengenai Alat Hemat Energi di Sekolah Menengah Kejuruan Teknologi Somba Opu.

Dosen Universitas  Negeri Makassar (UNM) mengadakan pelatihan pembuatan alat hemat energi pada gedung berbasis Internet of Things, kepada guru dan siswa SMKT Somba Opu pada Rabu (5/7) .

Pelatihan tersebut merupakan bagian dari Program Kemitraan Masyarakat  tahun 2023 yang dikelola oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UNM. Kegiatan ini melibatkan tiga dosen UNM  yaitu Yunus Tjandi, Zulhajji, dan Marthen Paloboran. Dosen UNM bertugas sebagai pelaksana dan penyedia bahan dan peralatan selama pelatihan berlangsung.

Pelatihan yang ditujukan bagi guru dan siswa SMKT Somba Opu ini dilakukan diluar jam belajar siswa. Serta telah berlangsung selama empat bulan.
“Dilakukan pada waktu-waktu luang siswa selama kurang lebih 4 bulan,” ujar dosen UNM sebagai trainer.

Pelatihan ini dijadwalkan dalam pertemuan tatap muka dan daring mengingat waktu penggunan laboratorium SMKT Somba Opu digunakan oleh beberapa kelompok siswa.

Alat yang dibuat dapat dikendalikan baik dari jarak dekat maupun dari jarak jauh dengan menggunakan perangkat smartphone.
Alat yang dibuat adalah Alat pengontrol Menara Air yang menggunakan Sensor Sonic. Alat ini berfungsi untuk mengontrol bak reservoar secara otomatis dimana bila reservoar kosong maka secara otomatis mesin pompa akan mengisi reservoar sampai penuh kemudian mematikan sendiri secara otomatis mesin pompa tersebut.

Artinya ketinggian air di dalam reservoar dapat diatur sesuai keinginan konsumen sehingga penghematan listrik dapat ditingkatkan. Sistem kontrol reservoar ini belum ada dijual dipasaran, yang ada hanya on dan off saja.

“Kelebihan lain dari perangkat alat ini yaitu ketinggian air di dalam reservoar dapat diatur sesuai keinginan konsumen,” tuturnya. 

Dosen UNM Mendukung Pelaksanaan PKM Pembuatan Cuka Nanas pada Kecamatan Pamboang Sebagai Penghasil Nanas

Nanas Pamboang merupakan nanas terbaik kedua di Indonesia setelah nanas Subang. Nanas Pamboang memiliki cita rasa dan kandungan vitamin C yang lebih tinggi dibandingkan dengan nanas di wilayah lainnya. Sebagai penghasil nanas utama di Sulawesi Barat, Kecamatan Pamboang memiliki potensi menghasilkan ratusan ton nanas per tahun.

Pada umummnya masyarakat Pamboang dan sekitarnya, mengkonsumsi buah nanas sebagai buah segar, sedangkan sebagian kecil memanfaatkan nanas sebagai selai untuk campuran roti maupun kue. Masyarakat belum familiar bahkan belum mengetahui olahan nanas menjadi olahan bernilai tinggi seperti cuka nanas atau pineapple cider vinegar.

Pineapple cider vinegar sejatinya adalah cuka nanas, namun cuka ini dapat dikonsumsi langsung dengan atau tanpa dicampurkan minuman lainnya, tergantung tingkat keasaman (pH) cuka yang dibuat. Cuka nanas dapat dibuat dari buah dan kulit nanas dengan atau tanpa menggunakan ragi. Ragi alami akan hadir dalam proses pembuatan cuka nanas seperti Saccharomyces cerevisae dan Acetobacter aceti pengoksidasi etanol menjadi asam asetat (cuka) dengan menggunakan strain bakteri asam asetat yang berbeda.

Potensi ini dimanfaatkan oleh dosen UNM Jurusan Biologi untuk melaksanakan Program Pengabdian Kepada Masyarakat dengan Judul PKM Pembuatan Cuka Nanas Bagi Guru-Guru Di Sulawesi Barat. Materi Pembuatan Cuka Nanas Bagi Guru-Guru di presentasikan langsung oleh Ketua Tim PKM Prof. Oslan Jumadi, S.Si., M.Phil., Ph.D. di dampingi oleh anggota Tim Dr. A. Asmawari Azis, M.Si., Nani Kurnia, S.Si.,M.Si., dan Sahribulan S.Si., M.Si. Kegiatan Program PKM diawali oleh sambutan Ketua LP2M UNM, Prof. Dr. Ir. H. Bakhrani Rauf, MT, IPU Dalam sambutannya, Prof. Bakhrani Rauf berpesan kepada peserta bahwa materi yang akan dipaparkan oleh Dosen UNM sangatlah penting untuk pengembangan potensi Kecamatan Pamboang.

Pelatihan ini dilaksanakan pada hari Minggu, 4 Juni 2023 di SMAN 1 Pamboang, Kabupaten Majene Sulawsi Barat sebagai sentra pengasil nanas di Sulawesi Barat. Peserta Pelatihan diberi materi awal mengenai manfaat Cuka Nanas bagi kesehatan dan dilanjutkan degan pendampingan pembuatan cuka nanas. PKM ini di harapkan menjadi awal pengenalan kepada guru-guru sebagai penyebar ilmu pengetahuan kepada siswa-siswi SMAN 1 Pamboang untuk menjadikan Cuka Nanas sebagai produk kewirausahaan dari Kecamatan Pamboang. Para peserta pelatihan merasa antusias dengan pengetahuan pembuatan cuka nanas karena beberapa alasan. Alasan pertama adalah manfaat cuka nanas dalam menurunkan kolesterol darah dan berat badan. Selanjutnya, pembuatan cuka nanas juga lebih mudah dan membutuhkan waktu lebih singkat jika dibandingkan pembuatan cuka apel. Terakhir, proses pembuatan cuka nanas sangat terkait dengan pemuatan tepache. Tepache merupakan minuman fermentasi nanas dengan masa inkubasi 1-2 hari, sendangkan cuka nanas membutuhkan waktu fermentasi sekitar 2-4 pekan tergantung suhu lingkungan.

Kegiatan pelatihan menjadi lebih menarik dengan tanya jawab tidak hanya seputar pembuatan cuka nanas, tapi juga mengenai potensinya dalam pembelajaran Biologi serta untuk kepentingan karya ilmiah siswa SMAN 1 Pamboang. Para peserta memahami jika Cuka nanas dapat dijadikan alternatif kegiatan dalam praktikum materi bioteknologi. Untuk kepentingan karya ilmiah siswa, pembuatan cuka nanas dapat dikaji berdasarkan parameter suhu, jumlah gula, berat nanas yang digunakan, bagian-bagian buah nanas atau kombinasi diantaranya.

Kegiatan ditutup dengan uji organoleptik, pengisian survey kepuasan pelatihan dan penguasaan materi serta pembagian sertifikat serta penyerahan produk berupa cuka nanas yang masih dalam proses fermentasi.

Dosen UNM Mengembangkan PKM dengan Mengubah Kulit Buah Nanas menjadi Minuman Probiotik yang Bernama “Tepache”

Nanas merupakan salah satu komoditas buah-buahan tropis yang potensial dikembangkan karena mudah dalam pemeliharaan dan praktik budidayanya. Tanaman nanas termasuk kedalam tumbuhan kelompok xerofit, sukulen dan herba tahunan atau dua tahunan. Tanaman ini dikembangkan menjadi salah satu sumber perekonomian masyarakat.

Kecamatan Pamboang merupakan sentra pengembangan tanaman buah nenas di Majene. Luas areal tanaman buah nenas yang menjadi lahan percontohan adalah 500 hektar di desa Betteng. Menurut informasi salah satu media di Sulbar mengatakan bahwa produksi buah nanas dari Kecamatan Pamboang Kabupaten Majene, siap menembus pasar ekspor baik dalam bentuk olahan maupun buah yang belum diolah.

Melihat potensi tersebut, Dosen Universitas Negeri Makassar dari Jurusan Biologi yaitu Ketua Tim PKM Prof. Oslan Jumadi, S.Si., M.Phil., Ph.D. di damping oleh anggota Tim Prof. Ir. Yusminah Hala, M.S. dan Sahribulan, S.Si.,M.Si. melaksanakan Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) terkait Pembuatan Minuman Probiotik Tepache untuk Peningkatan Imunitas Bagi Guru-Guru SMA 1 Pamboang Kecamatan Majene Sulawesi Barat. Melalui program ini, ditawarkan salah satu pengolahan nanas adalah pembuatan minuman Tepache. Tepache merupakan minuman yang berasal dari Meksiko, minuman ini terbuat dari fermentasi kulit nanas.

Pelatihan ini dilaksanakan pada hari Minggu, 4 Juni 2023 di SMAN 1 Pamboang. Acara ini dibuka oleh Ketua LP2M UNM, Prof. Dr. Ir. H. Bakhrani Rauf, MT, IPU. Dalam sambutannya, Prof. Bakhrani Rauf berpesan kepada peserta bahwa materi yang akan dipaparkan oleh Dosen UNM sangatlah penting untuk pengembangan potensi Kecamatan Pamboang. Peserta pelatihan merupakan guru-guru SMAN 1 Pamboang. Mereka diberi materi dan pendampingan langsung cara pembuatan minuman Probiotik Tepache. Selain pengetahuan, peserta juga diberi kesempatan untuk melakukan uji organoleptik pada minuman tepache yang telah disediakan oleh tim pengabdi. Salah satu yang menarik dari pelatihan ini bahwa pembuatan minuman tepache memanfaatkan kulit buah nanas yang biasanya tidak dimanfaatkan dan menjadi sampah. Sehingga, salah satu peserta mengatakan bahwa “ini yang dikatakan mengolah sampah menjadi uang”.

Bagian terpenting dari pelatihan ini, adalah guru-guru bersepakat menjadikan produk minuman tepache menjadi program kewirusahaan sekolah dan  minuman khas dari Kecamatan Pamboang.

Kolaborasi UNIPOL dan UNM Dalam Pelaksanaan Kosabangsa

Penggalian lubang biodigester oleh Kelompok Ternak bersama Mahasiswa MBKM. Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja Kosabangsa yang dilaksanakan di Desa Congko. 

Kegiatan ini dihadiri oleh Tim Pelaksana dari Universitas Lamappapoleonro (UNIPOL) yaitu Ismail, S.Kom.,M.Kom(Ketua Pelaksana), dan Dr. Asmini, SE.,M.Si, Andi Zulkifli Nusri, S.Kom.,M.Kom (Anggota pelaksana) dan Prof. Rosmini Maru, S.Pd.,M.Si.,Ph.D. selaku Ketua Pendamping dari Universitas Negeri Makassar

Ismail, S.Kom.,M.Kom sebagai Ketua Pelaksana mengungkapkan, Kegiatan penggalian ini akan berlangsung selama 2 minggu untuk dua lokasi. Selanjutnya akan dipasangkan instalasi biodigester yang terbuat dari fiber agar lebih tahan dan lebih mudah dikerjakan. 

Sementara, Prof Rosmini selaku pendamping menjelaskan bahwa kegiatan ini akan memberikan manfaat yang sebesar besarnya kepada masyarakat khususnya dalam pemenuhan kebutuhan biogas bagi masyarakat.

Adapun harapan masyarakat  kegiatan ini dapat berlanjut sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya. (A1R).

Pengabdian Dosen Sosiologi UNM di Pulau Lae-lae bersama Klik Hijau Melatih Warga dalam Membuat Eco Enzyme

Warga Pulau Lae-lae, Kecamatan Ujung Pandang, Makassar saat mengikuti pelatihan pembuatan Eco Enzyme yang yang digelar Prodi Sosiologi UNM lewat Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) menggandeng Klik Hijau, Sabtu (12/8/2023). 

Berkomitmen tingkatkan kualitas lingkungan, Dosen Prodi Sosiologi UNM bersama Klik Hijau latih warga membuat Eco Enzym di Pulau Lae-Lae, Kecamatan Ujung Pandang, Makassar.

Kegiatan berlangsung pada, Sabtu (12/8/2023), sebanyak 7 dosen Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FIS-H) Universitas Negeri Makassar bersama 6 mahasiswa berangkat menuju Pulau Lae-Lae untuk melaksanakan pengabdian kepada masyarakat (PkM).

PkM yang dilaksanakan Prodi Sosiologi UNM ini, menggandeng Klikhijau.com dan didukung oleh Komunitas Manggala Tanpa Sekat.

Pada PkM kali ini, Prodi Sosiologi mengusung tema “PkM Peningkatan Kualitas Lingkungan Sosial Melalui Pelatihan Pengolahan Sampah Organik Rumah Tangga Menjadi Eco-enzym di Pulau Lae-Lae, Kota Makassar”.

Kegiatan ini melibatkan 30 ibu rumah tangga yang tergabung dalam Komunitas Pembersih Pantai Pulau Lae-Lae.

Dr Idham Irwansyah, sebagai ketua kegiatan PkM sekaligus Ketua Prodi Sosiologi UNM mengatakan bahwa perlu untuk memberdayakan perempuan dalam pengolahan sampah sebab menurut data 70 persen sampah berasal dari rumah tangga.

“Kegiatan ini dilaksanakan di Pulau Lae-Lae karena melihat potensi wisata yang dimiliki sementara kesadaran dan cara pengolahan sampah warganya belum optimal. Data menunjukkan, bahwa 70 persen produsen sampah adalah rumah tangga,” ucapnya.

Lebih lanjut Dr Idham Irwansyah menyebut sampah non-organik sudah mulai diolah melalui Bank Sampah, tetapi masyarakat belum mengetahui potensi ekonomi yg terkandung dalam sampah organik.

“Untuk itu, kami bersama kelurahan Lae-lae & Tim Penggerak PKK Lae-lae, juga didukung oleh Klikhijau.com dan Komunitas Manggala Tanpa Sekat melakukan pelatihan pengolahan sampah organik menjadi Eco-Enzyme bagi ibu-ibu warga pulau Lae-Lae,” sambungnya.

Kepala Kelurahan Pulau Lae-Lae, Muhammad Said menyambut baik kegiatan PkM ini.

Hal ini, karena memang perlu dilakukan peningkatan kesadaran masyarakat terkait kebersihan dan kesehatan lingkungan.

“Harapan saya, agar masyarakat pulau Lae-Lae tetap mempertahakan kebersihan dan kesehatan lingkungan bersama. Saya berterimakasih kepada pihak Sosiologi UNM, Klik Hijau dan mitra sudah datang. Saya berharap, kegiatan seperti ini bisa terus di lakukan di pulau Lae-Lae,” ucap Muhammad Said.

Melalui kegiatan ini, ibu rumah tangga di Pulau Lae-lae diajarkan cara membuat eco-enzyme dari kulit buah-buahan yang seringkali tidak dimanfaatkan.

Padahal, jika diolah menjadi eco-enzyme memiliki sejumlah manfaat dan bernilai ekonomis.

Eco Enzyme, pertama kali diperkenalkan oleh Dr Rosukon Poompanvong, pendiri Asosiasi Pertanian Organik Thailand.

Gagasan proyek ini adalah untuk mengolah enzim dari sampah organik yang biasanya kita buang ke dalam tong sampah sebagai pembersih organik.

Jadi, Eco Enzyme adalah hasil dari fermentasi limbah dapur organik seperti ampas buah dan sayuran, gula (gula coklat, gula merah atau gula tebu), dan air dengan perbandingan 3:1:10.

Warnanya coklat gelap dan memiliki aroma fermentasi asam manis yang kuat.

Mashud Azikin, dari Komunitas Manggala Tanpa Sekat mengatakan bahwa sampah masih menjadi masalah besar di Kota Makassar.

“Kalau kita bisa mengolah sampah organik menjadi eco-enzyme, maka persoalan sampah di Kota Makassar ini dapat ditangani”, katanya.

Ia juga membeberkan manfaat dari pemanfaatan sampah organik menjadi ecoenzyme.

“Dengan memanfaatkan sampah organik dari kulit buah dan sisa sayuran, ibu-ibu dapat menghasilkan cairan eco-enzym yang bisa dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan rumah tangga dan bernilai ekonomis.”

“Eco Enzyme ini bisa digunakan untuk perawatan kulit, sebagai sabun mandi, cairan pengusir serangga, pengganti deterjen untuk mencuci pakaian, cairan pembersih toilet, melancarkan kloset tersumbat, detox pencernaan, dan pupuk organik”, ungkap Mashud.

Anis Kurniawan, direktur Klikhijau.com, mendukung penuh kegiatan ini. Sebab, dapat berdampak positif bagi masyarakat.

“Klik hijau berkomitmen untuk selalu mendukung kegiatan yang berkaitan dengan lingkungan hidup, utamanya sampah yang sebenarnya jika dikelola dengan baik akan berdampak sosial & ekonomi bagi warga”, kata Anis.

Selain dilakukan workshop pembuatan eco-enzyme, pada kesempatan ini juga dilakukan penyerahan bibit pohon sukun dari KLKH Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan kepada warga pulau Lae-Lae. Diharapkan pulau Lae-Lae bisa menjadi pulau yang berdaya dan berkelanjutan.

Penyelenggaraan PKM Pelatihan Pembuatan Media Pembelajaran Berbasis Komputer Bagi Guru PAUD PKBM Ingin Maju Bantaeng

Beberapa Dosen dari Jurusan Pendidikan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar telah melaksanakan Pengabdian masyarakat di Kabupaten Bantaeng dengan judul PKM Pelatihan Pembuatan Media Pembelajaran Berbasis Komputer Bagi Guru PAUD PKBM Ingin Maju Bantaeng. Pembukaan dan penyajian konsep teorinya pada tanggal 20 Mei 2023 di Kabupaten Bantaeng. Kegiatan pengabdian ini di buka oleh Haeruddin, SE Lurah Tanah Loe Kecamatan Gantarang Keke Kabupaten Bantaeng, Dalam sambutan lurah menyambut baik kegiatan-kegiatan pengabdian di wilayahnya karena sangat membantu para guru dalam meningkatkan kompetensinya.

Tim pelaksana pada PKM ini yaitu Dr. Firdaus, S.Pd., M.T. dan Drs. Sugeng A. Karim, M.T.. Adapun produk yang dihasilkan berupa jasa dalam bentuk peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam mendesain Media Pembelajaran Berbasis komputer.

Tim pengabdi menuturkan bahwa kemajuan teknologi informasi dan komunikasi perlu dimanfaatkan oleh para guru, termasuk guru PAUD dalam menciptakan pembelajaran yang menyenangkan dan menarik perhatian siswa, beberapa materi pokok harus dipahami dan diketahui oleh peserta adalah konsep Media Pembelajaran Berbasis Komputer sebagai alat bantu penyampaian materi ajar dalam proses pembelajaran. Implementasi software power point sebagai salah satu alat bantu mendesain media pembelajaran sangatlah membantu para guru dalam pembuatan materi ajar berbasis komputer. Software untuk desain materi dalam bentuk tayangan sangatlah banyak, namun yang familier penggunaannya bagi guru adalah Aplikasi Power point. Adapun fitur-fitur khusus pada Power Point yang memudahkan penggunanya dalam mendesain media adalah shapes, smarArt, chart, Design, layout, dll. Selain power point, para guru juga diajarkan menggunakan aplikasi flip album dan aplikasi membuat kartun.

Menurut ketua Tim Pengabdi Dr. Firdaus, S.Pd., M.T., yang menarik dari  pelatihan ini karena peserta memperdalam ilmunya belajar tentang pemanfaatan software Power Point sebagai alat bantu pembuatan media pembelajaran, dan beberapa aplikasi lain yang sesuai dengan jenjang Pendidikan PAUD seperti aplikasi membuat album digital sebagai tempat pengumpulan foto-foto maupun video serta membuat kartun Kemudian peserta pelatihan baru mengetahui bahwa banyak aplikasi yang dengan mudah digunakan untuk mendesain media untuk materi pelajaran yang akan diajanya.

Peserta yang menghadiri kegiatan pengabdian ini berjumlah 27 orang, walaupun rencana awal pelatihan ini di khususkan kepada guru PAUD PKBM Ingin Maju Bantaeng saja, tetapi guru PAUD dari sekolah lain juga ikut menjadi peserta. Bahkan ada beberapa guru PAUD dari kecamatan lain mengikuti kegiatan pengabdian ini.

Pelaksanaan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam mendesain materi ajar dengan cepat dan menarik dengan memaksimalkan berbagai fitur-fitur khusus pada software Power Point. Mengelola foto dan video dalam album digital dan belajar membuat kartun dengan menggunakan aplikasi dalam computer. Kemudian tim pengabdi menyerankan kepada peserta agar terus mengembangkan kemampuan dalam menggunakan berbagai jenis media pembelajaran agar proses pembelajaran menjadi lebih menarik dan efektif demi tercapainya proses pembelajaran yang berkualitas.

Peserta pelatihan sangat antusias mengikuti pelatihan ini karena mereka menganggap materi ini sangat membantu dalam memudahkan guru untuk mendesain materi ajar menggunakan media proyeksi, seperti yang diungkapkan oleh salah satu peserta pelatihan bahwa “materi ini sangat penting untuk diimplementasikan dalam mendesain materi tayang dengan cepat dan menarik untuk siswa PAUD, yang nantinya peserta didik diharapkan akan lebih tertarik dan termotivasi dalam belajar”. Peserta lain mengemukakan bahwa belajar aplikasi membuat kartun di komputer ternyata sangat mudah dan sangat bermanfaat untuk para guru PAUD.

Universitas Negeri Makassar Melaksanakan Program Pengabdian kepada Masyarakat dengan Memberikan Pelatihan Literasi Numerasi kepada Guru SD Inpres Boollangi 1

Universitas Negeri Makassar (UNM) kembali melaksakanakan pengabdian masyarakat. Kali ini menyasar guru SD Inpres (SDI) Bollangi 1, Gowa.

Ketua Pelaksana Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat UNM, Bobby Poerwanto mengatakan kegiatan yang dihelat 5 September 2023 itu untuk meningkatkan kapasitas numerasi guru.

“Sesuai dengan peraturan Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemdikbudristek dengan nomor 0340/B/HK.01.03/2022 tentang kerangka kompetensi literasi dan numerasi bagi guru pada sekolah dasar,” kata Bobby dikutip dari keterangan resmi, Kamis (7/9/2023).

Ia mengungkapkan, kemampuan numerasi dapat diartikan sebagai kemampuan untuk mengaplikasikan konsep bilangan dan keterampilan operasi hitung di dalam kehidupan sehari-hari. Seperti di rumah, pekerjaan, dan partisipasi dalam kehidupan masyarakat dan sebagai warga negara) dan kemampuan untuk menginterpretasi informasi kuantitatif.

“Dengan meningkatnya kapasitas numerasi guru, maka diharapkan dapat berdampak pada peserta didik sehingga menghasilkan generasi melek numerasi,” ujarnya.

Kemampuan ini, kata dia, ditunjukkan dengan kecakapan terhadap bilangan dan menggunakan keterampilan matematika secara praktis untuk memenuhi tuntutan kehidupan. Juga merujuk pada apresiasi dan pemahaman informasi yang dinyatakan secara matematis, misalnya grafik, bagan, dan tabel.

Bobby mengungkapkan, kegiatan tersebut sebagai salah satu bentuk kontribusi yang dilakukan oleh tim pelaksana yang berasal dari Prodi Statistika dan Prodi Pendidikan Matematika FMIPA UNM, serta berkolaborasi dengan dosen bidang studi Pendidikan Matematika dari Institut Kesehatan Pelamonia KESDAM VII/Wirabuana.

Kegiatan dimulai dengan pembukaan oleh Bapak Muhammad Kasim selaku Kepala Sekolah, lalu dilanjutkan dengan kegiatan penyampaian materi. Dibawakan oleh Bobby sendiri.

Materi yang dibawakan terkait dengan kompetensi literasi numerasi guru untuk level berkembang dan layak. Keterampilan numerasi dibutuhkan dalam semua aspek kehidupan, baik di rumah, di pekerjaan, maupun di masyarakat

“Dalam kehidupan sehari-hari, ketika berbelanja atau merencanakan liburan, meminjam uang dari bank untuk memulai usaha atau membangun rumah, semuanya membutuhkan numerasi,” ujarnya.

Dalam kehidupan bermasyarakat, ia bilang tiap orang perlu memahami informasi, misalnya, mengenai kesehatan dan kebersihan. Dalam kehidupan bernegara, informasi mengenai ekonomi dan politik tidak dapat dihindari. Semua informasi tersebut biasanya dinyatakan dalam bentuk numerik atau grafik.

Selain itu, guru juga dalam membelajarkan numerasi kebanyakan langsung pada penggunaan operasi aritmatika tanpa melalui konteks dan kasus penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari.

Lalu materi kedua dibawakan Ardani Samad, S.Pd., M.Pd, tentang kompetensi literasi numerasi guru untuk level cakap dan mahir. Pada sesi ini guru diajarkan bagaimana membedakan kemampuan matematika dasar dan kemampuan matematika dalam membelajarkan numerasi.

“Setelah membahas mengenai kemampuan literasi numerasi guru pada 4 level sesuai dengan Perdirjen GTK tentang Kerangka Kompetensi Literasi dan Numerasi bagi Guru pada Sekolah Dasar, materi dilanjutkan dengan pelatihan pembuatan alat peraga numerasi yang dibawakan oleh Dr. Fajar Arwadi, S.Pd., M.Sc,” ucap Bobby.

Pada sesi ini narasumber mendemonstrasikan pembuatan alat peraga sederhana dalam menentukan KPK dan FPB dari beberapa bilangan dengan dibantu fasilitator dari dosen dan mahasiswa.

“Kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik berkat dukungan dari pimpinan UNM, Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LP2M) UNM serta bantuan pendanaan dari Direktorat Riset, Teknologi dan Pengabdian pada Masyarakat (DRTPM) Kemdikbudriste,” tandasnya.
(Arya/Fajar)

Integrasi Nilai Karakter dalam Pembelajaran PKM Pascasarjana di Universitas Negeri Makassar Menargetkan Wilayah Majene

Majene – Pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia telah meluncurkan program Pendidikan Kurikulum merdeka belajar sebagai upaya pemerintah dalam memberikan pelayanan pembelajaran lebih baik.

Karakteristik utama kurikulum merdeka adalah pembelajaran berbasis proyek untuk mengembangkan karakter peserta didik yang memiliki cukup waktu mendalami konsep dan menguatkan kompetensi.

Salah satu tindakan upaya peningkatan karakter ini diaplikasikan melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Terpadu oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Negeri Makassar (UNM) yang diselenggarakan di berbagai Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Sekolah Dasar (SD) hingga Perguruan Tinggi Negeri Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) yang berlangsung di Kabupaten Majene, 8 Juli 2023.

Kegiatan PKM Terpadu yang dipimpin langsung Dekan Fakultas dan Sastra UNM, Prof Dr.Anzari, M.Hum selaku ketua rombongan serta dihadiri seluruh ketua Prodi Pascasarjana UNM.

PKM terpadu ini diselenggarakan di 7 sekolah kabupaten Majene, salah satunya bertempat di SMA 1 Majene.

Disela kegiatan, Dr. Rika Kurnia R, S.Pd, M.Pd, yang ikut memberikan materi bertajuk integrasi nilai karakter dalam pembelajaran pada kurikulum merdeka belajar.

Ia menyampaikan bahwa penyusunan visi misi dan tujuan satuan pendidikan untuk kurikulum yang digunakan serta penerapan 18 nilai karakter dalam proses pembelajaran di lingkungan sekolah

” Seperti apa peran kita dalam penyusunan visi misi dalam satuan pendidikan dan bagaimana mengintegrasikan nilai karakter ke dalam pembelajaran . Hal itu harus kita pahami untuk kemajuan pendidikan karakter di lingkungan sekolah ini,” katanya

Rika menyampaikan ada 18 pendidikan karakter, tinggal kita memilah mana yg diprioritaskan utk diintegrasikan ke dalam kurikulum dan perangkat pembelajaran, diantaranya religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri dan demokratis. Kemudian aspek lain adalah rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat/komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial serta tanggung jawab.

Dengan memg nilai karakter ke dalam semua mata pelajaran, pelaksanaan pembinaan siswa dan semua kegiatan sekolah dgn menyentuh olah hati, olah pikir, olah raga dan olah rasa, maka dapat menumbuhkan kepribadian yg mulia pada siswa

Pendidikan karakter harus terus diajarkan dan dipupuk kepada siswa melalui pembiasaan.